Kisah Pemilik Bisnis Kuliner Tahu Go! yang Cantik, Amanda Nurani

Kisah Bisnis Kuliner Penjual Tahu Goreng Cantik Amanda Nurani

Sosok Amanda Nurani Nataprawi si penjual tahu cantik sedang viral diperbincangkan netizen Indonesia. Hal ini bermula dari postingan Alitt Susanto, seorang content creator yang memang aktif bermain Twitter.

Dalam unggahan tersebut, Alitt menceritakan pengalamannya ketika bertemu secara tidak sengaja dengan Amanda Nurani saat berada di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Berkat cuitannya itu, Amanda langsung mendapat julukan kompak dari para netizen. Mereka sepakat menyebut Amanda sebagai si penjual tahu goreng cantik.

“Tadi turun dr stasiun MRT Haji Nawi, lewat pertigaan Fatmawati-Abdul Majid, ada yang jualan Tahu. Terus liat yang goreng, bikin mendadak nafsu makan~ Jadi jajan Tahu kriuknya deh,” tulis Alitt pada unggahannya.

Namun di balik kisah viral itu, ternyata terselip berbagai fakta menarik yang berhasil dikupas saat melakukan wawancara eksklusif dengan Amanda Nurani. Wanita cantik berdarah Sunda ini rupanya nekat keluar dari pekerjaan tetapnya untuk merintis bisnis kuliner.

“Awal Januari lalu aku memutuskan untuk resign dari sebuah perusahaan lipstick lokal untuk merintis bisnis. Dari dulu, aku punya mimpi ingin punya bisnis sendiri,” ungkap Amanda kepada wartawan, di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Demi mewujudkan mimpi tersebut, Amanda pun menuntut ilmu S2 jurusan Bussiness Management di Universitas Bina Nusantara (Binus). Sebelumnya, Amanda juga sempat bekerja di beberapa perusahaan BUMN, serta dipercaya menjadi social media spesialist di salah satu perusahaan kosmetik lokal.

Berkat ilmu dan pengalaman yang dia miliki, Amanda akhirnya memberanikan diri untuk merintis bisnis sendiri. Ditambah lagi dukungan dari sang suami tercinta dan mertuanya. Bahkan, ide awal mendirikan bisnis tahu goreng ini justru berasal dari mertuanya yang memang gemar mengonsumsi tahu.

“Tadinya aku berpikir, kira-kira bisnis apa ya yang sekiranya cocok untuk dijalankan dan bisa dibilang ‘instan’. Nah, kebetulan mertua aku itu suka banget makan tahu goreng. Dari situ ide awalnya. Suamiku juga ikut mendukung. Kemudian kami cari-cari franchise yang sekiranya cocok dijajakan di kawasan Jakarta Selatan. Akhirnya dapat dua minggu yang lalu,” ungkap Amanda.

Lebih lanjut Amanda menjelaskan, pemilihan bisnis kuliner ini dia ambil dengan perhitungan yang matang. Mulai dari mengamati musim makanan yang sedang trending, hingga mempelajari strategi pemasaran yang saat ini sangat membantu berkat kehadiran media sosial.

“Sebetulnya aku hobi makeup, tapi perkembangan bisnis kuliner itu sedang melonjak tinggi. Gambaran sederhana bisa kita lihat dari salah satu kedai kopi ternama. Dulunya mereka cuman punya satu cabang, kini sudah sampai ratusan bahkan ribuan,” kata Amanda.

“Di sisi lain, kehadiran media sosial itu juga sangat berpengaruh menunjang bisnis kita. Aku sebelumnya, kerja sebagai social media spesialist di sebuah perusahaan komestik lokal, di situ aku belajar banyak bahwa media sosial ini ternyata sangat menunjang penjualan,” tambahnya.

Mengingat kedai Tahu Go! ini merupakan bisnis perdana Amanda, dia juga langsung terjun sendiri dalam setiap prosesnya. Baik saat produksi maupun melayani pembeli.

Tak heran bila beberapa hari lalu, ia mendadak viral di Twitter setelah tertangkap kamera Alitt Susanto ketika sedang mengolah tahu goreng.

“Emang niatnya pengen punya bisnis, jadi mau tidak mau aku harus terjun langsung. Bahkan dari training, aku juga ikutan berbarengan dengan karyawanku. Jadi semua tahapan aku ngerti. Aku mikirnya gini, kalau suatu saat karyawanku ada yang sakit atau pulang kampung, aku bisa ikut bantu-bantu,” ujar Amanda.

Meski kini kedai Tahu Go! sudah banyak diketahui publik, bukan berarti ia tidak mengalami kendala serta tantangan. Sebelum viral di Twitter, Amanda mengaku hanya mampu menjual sekitar 600-700 butir tahu goreng.

Bahkan dia sempat menjumpai insiden yang nyaris membuat kedai tahunya tutup.

“Waktu itu bahan makanan yang datang kualitasnya tidak sesuai standar. Hasilnya jelek banget. Aku udah protes, tapi malah ada yang bilang kedai aku kena ‘guna-guna’ padahal belum genap satu bulan beroperasi,” ungkap Amanda sembari tertawa lepas.

Bak mendapat durian runtuh, kedai tahu gorengnya tiba-tiba viral di media sosial dan langsung ramai dikunjungi pembeli. Bahkan kini dalam sehari, Amanda bisa menjual kurang lebih 2.000 butir tahu goreng.

“Tadi sore udah 1.600 tahu yang laku. Padahal kedai masih buka sampai jam 10 malam nanti. Ya mudah-mudahan ini jadi berkah. Kalau tidak berhalangan aku memang berencana mau buka bisnis baru. Rencananya mau buka restoran kecil-kecilan,” tandasnya.

Bagikan ke Teman